ANALISIS HUBUNGAN PENGGUNAAN DMPA DENGAN PENINGKATAN BB AKSEPTOR KB

Main Article Content

JUSNI
Husnawati

Abstract

Keluarga Berencana merupakan suatu usaha menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan menggunakan kontrasepsi.Kontrasepsi suntik KB DMPA adalah alat kontrasepsi berbentuk vial yang berisi hormon jenis progesteron yang disuntikkan setiap 3 bulan. Metode kontrasepsi suntik DMPA merupakan salah satu dari metode yang tersedia pada saat ini, dan paling banyak diminati oleh masyarakat khususnya pasangan usia subur dengan rentang usia 20-35 tahun meskipun kontrasepsi suntik DMPA ini memiliki efek samping salah satunya dapat meningkatkan berat badan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara penggunaan DMPA dengan peningkatan berat badan Di Puskesmas Palangisang Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan observasional dengan sampel sebanyak 47 akseptor KB DMPA. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2021 Di Wilayah Kerja Puskesmas Palangisang Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna DMPA dengan umur 20-35 tahun 24 akseptor KB DMPA (51%), berdasarkan pendidikan (SD)  sebanyak 28 akseptor KB DMPA (60%), berdasarkan pekerjaan(IRT)  sebanyak 39 akseptor KB DMPA (83%), pengguna DMPA secara teratur sebanyak 37 akseptor KB DMPA (79%), pengguna DMPA yang mengalami peningkatan BB sebanyak 34 akseptor KB DMPA (72%), serta lama penggunaan 4-10 tahun sebanyak 28 akseptor KB DMPA(60%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengguna DMPA dengan Peningkatan BB akseptor KB Di Puskesmas Palangisang Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba

Article Details

Section
Articles